Feeds:
Posts
Comments

Ada seorang gadis bernama Yanti yang resah karena pendidikan yang selama ini ditempuh tak akan ada gunanya kelak jika hanya menjadi ibu rumah tangga. Dan ternyata teman-teman sekelasnya sudah menemukan pelarian yang menimbulkan kesenangan dan melupakan keresahan-keresahan yang dialami. Namun Yanti tahu bahwa pelarian itu tidak akan menyelesaikan permasalahan, justru akan menambah besar keresahannya.
Demikian siswa-siswi SMA N 2 Yogyakarta mengisi program acara TEATRONIK di TVRI jogja pada Rabu, 15 Februari 2012, Program ini mengapresiasi serta memberi wadah bagi siswa-siswi sma di Yogyakarta dalam berteater dan berkesenian. Dalam kesempatan kali ini siswa –siswi SMA N 2 Yogyakarta membawakan drama dengan naskah berjudul ‘Tanda Bahaya’ karya Dr. Bakdi Sumanto.
Drama satu babak berdurasi 25 menit ini merupakan refleksi kehidupan nyata anak-anak sma. Tuntutan dan tekanan hidup yang besar kadang membuat anak-anak merasa ditekan dan tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan jalan hidup mereka sendiri. Ditambah lagi kurangnya bimbingan dari orang tua atau guru membuat anak-anak ini rentan terjerumus dengan pergaulan yang menyesatkan. Inilah yang menjadi pesan yang akan disampaikan melalui drama ini.
Adegan yang dimainkan oleh empat tokoh utama dan lima pemain pendukung itu mengambil setting di dalam ruang kelas yang disesuaikan dengan konsep Teatronik TVRI Jogja. Drama TEATRONIK Tanda Bahaya yang dibawakan SMA yang dipimpin oleh Basyori Muhammad ini dapat dilihat di layar TVRI Yogyakarta pada hari Jumat minggu kedua bulan Maret 2012 Pukul 1
5.30 – 16.00.

Banyaknya permasalahan sosial khususnya tentang tata kelola usaha menjadi prioritas yang ditangani oleh Lembaga Ombudsmen Swasta (LOS) Daerah Istimewa Yogyakarta. Demikian disampaikan oleh mBa` Anik selaku ketuanya saat beraudiensi dengan jajaran manajemen TVRI Stasiun D.I. Yogyakarta pada Jum`at 3 Februari 2012.  Dipilihnya TVRI Jogja dalam kunjungan tersebut, karena LOS DIY ingin lebih mempererat kerjasama yang selama ini telah terjalin. Dalam kesempatan itu disampaikan juga, bahwa kegiatan LOS untuk mengawali kepengurusannya kali akan membuka “Bulan Aduan” sebagai upaya untuk mendorong tata kelola usaha yang sehat dengan dasar pelaksanaan yang beretika.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus LOS DIY  Siti Rohmani; Siti Umi Akhiroh, Slamet serta Nur Sya’bani Purnama. Sementara dari TVRI Jogja diwakili oleh Kepala Bidang Berita Khaerul Andy Anom, Kepala Bidang Program dan Pengembangan Usaha Mudjianto, Kepala Bidang Teknik Miskidi, Kepala Seksi Produksi Berita Ariento.

Semangat adalah modal utama untuk belajar. Demikian slogan yang disuarakan oleh anggota LSiS MIPA UGM 2011 saat berkunjung ke TVRI Jogja. Pada saat Presidennya mengakhiri sambuta  di Studio 1 ia berteriak :  “LSiS progresif dan konstruktif”, maka dibalas para anggotanya dengan : “semangat”. Dalam sambutannya Fauzan, Presiden LSiS berharap kunjungannya ke TVRI Jogja dapat menambah wawasan para anggota. Sebagian misi LSiS yaitu Jurnalistik Kampus berkeinginan menimba ilmu tentang broadcasting di TVRI Jogja. Acara yang diadakan pada Selasa 7 Juni 2011 tersebut. Dalam kesempatan itu dijelaskan oleh humas TVRI Jogja  sepintas profil Lembaga Penyiaran Publik yang merupakan Stasiun Televisi Daerah tertua di Indonesia itu.

Papan tulis, meja belajar, meja guru yang ada di kelas adalah hal biasa di suasana kelas. Hal – hal itu yang selalu dihadapi siswa SMKN 1 Ngasem Kediri Jawa Timur sehingga menjadikan jenuh dalam proses belajar mengajar. Beruntung pihak sekolah mempunyai inisiatif membawa anak didiknya belajar di luar kelas dengan mengunjungi TVRI Jogja pada 27 April 2011. “Banyak hal yang baru didapat di sini” : Kata pak Agus Salim selaku ketua Program Keahlian TKJ. Suasana pun cair dan anak didik memperoleh pengalaman kongkrit.

Berpose di depan dekor sebuah acara di studio 1 TVRI Jogja

BERANI BICARA

Berdebat tanpa emosional, bahkan anarkis tentu enak dilihat. Itulah gambaran yang bisa dinikmati oleh Penonton TVRI Jogja saat menonton acara Berani Bicara. Salah satu pokok perdebatan adalah pemberian santunan di perempatan jalan pada anak jalanan. Peserta debat dari SMA 4 Muhammadiyah Yogyakarta dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Yogyakarta. Masalah sosial itu ternyata kalau dibahas sangat mengasikkan. Meski peserta baru belajar pada setingkat SMA tetapi argumentasinya cukup membanggakan guru, orang tua dan teman – temannya. Idealnya beginilah penyelesaiannya kalau kita mengemukakan pendapat.

Produksi Berani Bicara di Studio 1

 

KAWIN CERAI

Minggu, 6 Maret 2011 jam 18.00 Obrolan Angkring akan mengambil cerita “Kawin Cerai”. tayangan televisi yang akhir – akhir ini marak. Kemasan acara  tentang berita selebriti yang melangsungkan pernikahan (kawin) dan menggunggat cerai pasangannya memenuhi layar kaca. Penonton yang ingin terkenal atau merasa sebagai artis akhirnya mencontoh perilaku “Public Figure” tersebut, dengan berbagai dalih ataupun sebagai legitimasi langkahnya.Wisben, Jonet, Dalijo, Yu Beruk dll berusaha memberikan pemahaman, bahwa perilaku tersebut tidak baik serta tidak patut untuk ditiru.

Cerita ini diawali dengan ontran – ontran rumah tangga Yu Beruk yang akan pecah, karena sang suami akan menceraikannya. Semua kejadian itu ternyata dicatat oleh Wisben. Tidak hanya tragedi Yu Beruk saja yang dicatat Wisben tetapi semua tokoh di Obrolan Angkring tidak luput dari pengamatannya. Catatan Wisben itu akan dijual kepada Dalijo yang dalam lakon ini memerankan Wartawan Infotainmen.

Banyaknya joke – joke menjadikan laokn ini benar – benar membuat penonton yang ada di Studio saat rekaman Jum`at 4 Maret 2011 terpingkal – pingkal dari awal hingga selesainya rekaman. Apalagi penonton Obrolan Angkring saat itu ada yang dari Komunitas Onthelist Jogjakarta mengenakan pakaian ala pejuang `45. Lebih lengkapnya saksikan Obrolan Angkring Minggu, 6 Maret 2011 jam 18.00 di TVRI Jogja.

Adegan Obrolan Angkring dengan judul "Kawin Cerai" di Studio 1

DIALOG KHUSUS

Kecepatan TVRI Jogja dalam menanggapi isu – isu aktual menjadi komitmen. Hal ini dilakukan agar masyarakat segera tahu langkah – langkah yang diambil oleh lembaga yang berwenang. Dialog Khusus dengan mengambil tema “Menjaga Keharmonisan Hidup Beragama” pada Jum`at, 11 Februari 2011 jam 20.30 – 21.30 adalah bukti, bagaimana kesigapan TVRI Jogja menanggapi kejadian “Kerusuhan Temanggung”. Dalam acara ini dihadirkan 3 narasumber yaitu, Prof Dr. Sunyoto Usman pengamat sosial, Kol. Kav. Sumedy Dan rem 072 Pamungkas dan Brigjend. Pol Drs. Ondang Sutarsa BS. Kapolda DIY.

Dalam pemaparannya Sunyoto Usman menjelaskan, bahwa kejadian di Temanggung menurut pengamatannya adanya campur tangan politik. Indonesia merupakan negara yang masyarakatnya sudah terbiasa dengan pluraris dan keberagaman beragama, sehingga dengan isu – isu SARA sudah terbiasa. Kondisi ini tentu tidak akan mudah memancing masyarakat melakukan tindakan anarkis kalau tidak diprovokasi untuk kepentingan politik. Dikatakan pula bahwa, politik akan mempergunakan segala potensi konflik untuk mencapai goalnya. Baik dengan ekonomi, agama dan lain – lain.

Sementara itu Kapolda DIY mengatakan, bahwa terciptanya kondisi yang kondusif di DIY berkat bersatunya TNI dan Polri dalam melayani masyarakat. Polri yang mempunyai tugas, salah satunya mengayomi masyarakat sudah dilaksanakan dengan baik misalnya melalui Babinsa. Disampin itu juga karena kondisi kebudayaan masayarakat Jogja yang sudah terjaga dengan harmonis.

Kesempatan selanjutnya yang diberikan kepada Danrem 072 Pamungkas dipakai untuk mengungkapkan, bahwa salah satu tugas TNI adalah menjaga keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman. Cara menjaga ada dua macam, yaitu dengan senjata maupun dengan tanpa senjata. Kalau dengan senjata dipergunakan saat ada ancaman dari luar yang berbentuk “invasi” misalnya. Sementara kalau tanpa senjata TNI bekerjasama dengan Polri untuk menciptakan suasana yang harmonis.

Dialog Khusus di Studio 2

Ada penontonnya juga

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.